01 December 2016

SOCIETY ( 1989 ) : WHAT THE FUCK DID I JUST WATCH??!

Brian Yuzna mengawali karir profesional perfilmannya sebagai  produser film splatstick horror keren yang sekarang menjadi cult classic, Re Animator ( 1985 ). Kaya yang kita tau, film yang disutadarai Stuart Gordon ini sukses. Selepas itu, Gordon dan Yuzna tercatat kembali terlibat di beberapa proyekan film yang juga cukup mendapat apresiasi positif dari penggemar B-horror ( From Beyond ( 1986 ), Dolls ( 1987 ), Dagon ( 2001 ) )

Namun rupanya, Yuzna tidak puas hanya duduk manis sebagai produser, dia pengen tantangan baru. Menurutnya, " produser mungkin mendapat uang paling banyak, tapi sutradaralah yang pada akhirnya mendapat semua kredit " haha.  Maka, ketika pada suatu hari seorang kolega menawarinya untuk menyutradarai sebuah film, tanpa pikir panjang dia langsung menyanggupinya. Ini menarik, kalo nginget Yuzna tuh sebenernya nggak memiliki bakat sebesar Gordon, dia nggak punya background resmi pendidikan film dan semata-mata dikenal hanya karena memproduseri Re-Animator ( yang kebetulan sukses ) haha. Tapi, bodo amat. Kesempatan datang, dan dia nggak ingin menyia-nyiakannya. 

Naskah untuk directorial debut Yuzna ditulis oleh Rick Fry. Ketika pertama kali membacanya, Yuzna langsung tertarik. Itu tentang paranoia dan punya banyak suspense didalamnya. Namun, bagian endingnya ( yang tentang sekte pemuja darah ) rupanya kurang membuatnya terkesan. Yuzna pun berniat mengganti bagian itu dengan sesuatu yang lebih aneh, surreal, fantastis dan imajinatif. Hanya saja saat itu dia belum memiliki ide. Kemudian, mungkin setelah ngabisin beberapa botol alkohol dan berjam-jam merenung di wc, akhirnya ilham itu turunlah. Dia teringat mimpi buruknya, dan Eurekaaa! seketika bohlam menyala terang diatas kepalanya, ngasih dia ide untuk me reka-ulang mimpi buruk itu menjadi  sebuah sekuens yang akan ditaronya di film. Dan holy shit, sekuens yang sangat imajinatif itu, jujur aja ternyata jadi satu-satunya poin paling brillian di debut filmnya ini haha

Kita ke premisenya dulu. 

16 November 2016

( TV-SERIES ) STRANGER THINGS ( 2016- ) Season 1 : 5 Alasan Kenapa Ini Sangat Menyenangkan

Stranger Things langsung menyita perhatian gue dengan tipografi/font judulnya yang terasa sangat familiar. Setelah diinget-inget barulah gue sadar kalo itu sangat menyerupai layout nama Stephen King di sampul novel2 era 80-annya. Dan juga..judul Stranger Things sendiri hmm bukankah itu  sangat nge-rhyme ama Stephen King?  Lalu coba lihat desain posternya, ada anak-anak belasan taun menaiki BMX! wow apakah ini mengingatkanmu akan sebuah film tentang bocah2 yang nyoba nyelamatin makhluk imut dari luar angkasa? 
 
Ya, dari sini saja semangat homage 80/90-an dan aroma nostalgianya sudah terasa begitu menyengat. Jadi, tanpa nyari tau lebih lanjut gue langsung donlot seri garapan Duffer Brothers yang berhasil menjadi hit Netflix di musim panas kemaren ini. 

 
Oke, folks. Kita langsung ke ceritanya :


Premise :

 
Tahun 1983. Ketenangan kota kecil Hawkins, Indiana terganggu dengan kasus hilangnya seorang bocah 12 tahun Will Byers ( Noah Schnapp ) sepulang dia bermain bersama teman-temannya. Kehilangan putera tanpa kejelasan nasib membuat sang ibu, Joyce ( Winona Ryder ) sangat terguncang, dia memaksa petugas polisi Jim Hopper ( David Harbour ) untuk terus melakukan investigasi sampai puteranya ditemukan. Namun, dalam proses penyelidikannya, Jim dan Joyce mulai menemukan banyak keganjilan.

07 October 2016

( TV-SERIES ) ASH VS EVIL DEAD ( 2015 - ) Season 01 : HE'S BACK!

Ash VS Evil Dead season 01 udah selesai Januari lalu, dan Season 02 nya baru aja dimulai. Sampe sejauh itu, sebenernya gue belum tertarik buat nyoba nonton. Alasan utamanya jelas, gue nggak yakin semua hal yg bikin franchise ini jadi asik ( blood, gore, prostetik ) bakal ke display di layar TV.  Bukan apa-apa, The Evil Dead versi original ( 1981 & 1987 ), beberapa kali gue pergoki tayang di TV swasta, dan TV ngebuang nyaris semua bagian asiknya sampe durasi film kesisa tinggal 45 menit doang. Tanpa materi R-rated nya, apa poin dari nonton ini coba? 
 
Nah, kemaren nggak tau kenapa tiba-tiba gue ngeklik trailer untuk Season 02 nya, dan terkejutlah gue..holy shit, organ-organ tubuh berterbangan! haha 


Terus terang gue emang nggak familiar ama TV-Series, dan sampe sejauh mana sebenernya peran badan sensor di sono ( Amerika ) dalam menentukan layak atau tidaknya konten sebuah program TV. Mungkinkah ada konten TV yang memiliki rating R? 

Ah ya, mungkin gue nya aja yang kurang apdet, maklumlah boro-boro TV kabel,  emak aje sering nyuruh gue muter-muterin antena supaya channel yang nayangin Uttaran nggak goyang. 

Btw, ini trailer untuk season 02 nya :


Jadi folks, gue mutusin buat nyoba ini ( terima kasih buat internet yang nyediain semuanya.) . Dan biar afdol, gue akan memulainya dari Season 01  dulu. 
 
Garis besar ceritanya seperti ini :


23 September 2016

Don't Breathe ( 2016 ) : Meraba langkah di kegelapan yang menyesakkan

Barangkali alesan paling besar yang membuat gue bersemangat ama film ini adalah karena nama Fede Alvarez didalamnya. Buat yang belum tau, sutradara asal Uruguay ini udah memberi gue banyak kesenangan lewat remake Evil Dead tiga tahun silam. Sementara itu, cerita dalam Dont' Breathe sendiri bukan sesuatu yang baru, cek postingan blog ini sebelumnya untuk ngeliat film-film laen yang punya ide similiar. Premisnya sangat sederhana, tentang pemilik rumah yang terpaksa harus mempertahankan diri dari penyusup. Yup, thriller home invasion! subgenre ini   menjanjikan thrill-ride seru namun dengan rute yang begitu predictable. Ini sangat riskan dan menurut gue sedikit aje 'sopir'nya salah 'nyetir', film ginian akan dengan mudah nyungsep di selokan. Tapi, hey, ini filmnya Fede Alvarez dan ada nama Jane Levy, Sam Raimi, serta Rob Tapert disana yang kembali terlibat. So, antusiasme gue cukup tinggi. 
 
Jadi folks, ceritanya sederhana aja

 
Sekelompok pencuri remaja Money ( Daniel Zovatto ), Alex ( Dylan Minnette ) ama Rocky ( Jane Levy ) mutusin buat ngerampok rumah yang diatas kertas adalah sebuah target empuk.  Pertama, rumah itu terletak di pemukiman sepi, kedua, pemiliknya diketahui menyimpan sejumlah besar uang, ketiga, dia tinggal sendirian dan jekpotnya adalah..dia seorang tuna netra! Apa yang terasa akan menjadi sebuah perampokan mudah, secara tak disangka berubah menjadi perjuangan survival dimana para perampok amatir ini akhirnya cuma berharap bisa keluar dari rumah itu hidup-hidup. Ya, veteran tua bertubuh kekar ( Stephen Lang ) yang meski buta namun memiliki insting kuat ini bertekad nggak akan ngebiarin itu terjadi.