18 February 2013

Sinema HK Cat III ( The Untold story, Ebola Syndrome, Daughter of Darkness & Red To Kill )

Pertengahan tahun 90-an, dunia sinema-lokal kita mengalami kebangkrutan. Penonton beralih ke Laser Disc atau VCD dan enggan mendatangi gedung bisokop, sementara sineas memperparah kondisi itu dengan hanya memproduksi film-film seks absurd berdana rendah yang membuat kita akrab dengan nama Windy Chindyana, Reynaldi atau Ibra Azhari. Kita nggak sendirian mengalami era kelesuan-sinema ini, hal yang sama juga ternyata terjadi pada sinema Hongkong.  

Menurut sumber terpercaya kita ( Bang Wiki ),
karena beberapa penyebab, penjualan tiket bioskop udah terasa menurun sejak akhir 80-an, gejala tidak baik itu mencapai puncaknya pada mid 90-an dimana sinema HK mulai kolaps dan akhirnya terjun bebas. Indikasinya bisa dilihat dari turun drastisnya jumlah penonton dan jumlah pilem yang di produksi ( terutama jika dibandingkan dekade sebelumnya ), dan dari jumlah itu, pilem2 yang diproduksi sebagian besar ternyata bergenre eksploitasi alias Cat III. Cat III ( Category III ) sendiri adalah sistem rating yang di tetapkan pemerintah HK pada tahun 1988 untuk pilem2 yang konon kaga cocok buat dikonsumsi anak-anak. Kalo di Indonesia mungkin seperti '17 tahun ke atas', dan untuk di Hollywood sono levelnya sama kaya Rated-R atau NC-17.
Cek : http://en.wikipedia.org/wiki/Cinema_of_Hong_Kong

 Jadi, kasusnya sama seperti sinema lokal kita di era itu yang frustasi merayu penonton untuk datang ke gedung bioskop dengan nyoba memfasilitasi fantasi dan selera murahan-primitif kita akan seks dan ketelanjangan. Kita tau bersama, trik yang biasanya selalu manjur ini pun gagal membuat gedung bioskop kembali ramai, salah satu penyebabnya adalah 

judul dan poster vulgar yang sudah terlanjur melambungkan imajinasi dan ekspektasi penonton, tidak pernah mampu dipenuhi pilemnya sendiri. 

Kefrustasian itu kemudian semakin terasa ketika kru gedung bioskop menghembuskan isu bahwa mereka akan menyelipkan beberapa menit potongan adegan film porno kedalam pilem yang akan diputar. Bisa di tebak, kursi bioskop hanya diisi mereka yang berniat hendak onani saja. Lebih buruk lagi, penonton hardcore-sange ini siap menjungkir balikkan kursi2 jika janji tentang potongan pilem porno itu dilanggar. Chaos.

Nah, sinema Hongkong mencoba membujuk penonton di era krisis itu dengan lebih banyak pilihan. Selain softcore-erotica, action-campy  dan komedi-slapstick, di inspirasikan kesuksesan 'Men Behind The Sun ( 1988 )', mereka gencar menawarkan tema2 tabu tentang pemerkosaan, sadisme, penyiksaan, kanibalisme, muncratan darah, potongan tubuh dan hal-hal menjijikkan lainnya yang ditampilkan dengan sangat eksplisit. ( jangan lupa 'Riki-Oh' juga lahir di era ini ).

Sebenernya, sinema HK sudah akrab dengan tema violence dan tumpahan darah sejak era vintage-horrornya Ma-Xu Weibang atau Kungfu-Splatter ala Chang Cheh, namun mid 90-an inilah era dimana sinema Cat III mereka menjadi sangat populer dan diproduksi dalam jumlah massif.

Dan berbeda dengan era pilem-seks-berdana-rendah kita yang gagal menghasilkan satupun pilem yang layak diinget ( selain judulnya saja yang mengandung kata ternoda, gairah, sex, binal, ranjang, godaan, kenikmatan atau nafsu ), sinema eksploitasi HK Cat III era 90-an berhasil ngelahirin banyak pilem fenomenal nan memorabel yang akhirnya sekarang menyandang predikat cult.
cek judul-judulnya nya disini :http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Hong_Kong_Category_III_films

Dan kalo sudah sampe sini, rasanya salah besar kalo nggak menyebut nama ini : Anthony Wong. Yup, dialah salah satu ikon untuk genre eksploitasi HK era itu, bersanding dengan nama lain seperti Simon Yam, Chingmy Yau, Lily Chung atau Pheng Tan yang lebih dikenal untuk genre softcore-erotica.

Oke, Folks hehe
Tanpa banyak bacot lagi, gue akan menceritakan satu pilem Anthony Wong yang pernah membuat sinema HK Cat III era 90-an menjadi penuh muncratan darah. 
.............................................

The Eight Immortals Restaurant: The Untold Story (1993)


Storyline :

Di ceritakan, Wong Chi Hang ( Anthony Wong ) melarikan diri ke Hongkong setelah melakukan pembunuhan di Macau. Tak lama setelah berada di Hongkong, dia segera menjalankan bisnis restoran 'The 8 Immortal'.

Sementara itu, masyarakat Hongkong tiba2 di gegerkan dengan penemuan tulang belulang dan potongan tubuh manusia di sebuah pantai. Polisi segera turun tangan, dan penyelidikan mereka mengarah pada Wong Chi Hang. Polisi menduga itu adalah potongan tubuh keluarga pemilik asli restoran 'The 8 Immortal' yang menghilang entah kemana. Setelah beberapa saat melakukan investigasi, polisi akhirnya mengambil kesimpulan kalo Wong Chi Hang telah membantai keluarga ini demi menguasai restorannya.

Awalnya, Wong Chi Hang bersikeras tidak mau mengakui tuduhan itu, namun karena tak sanggup menanggung banyak siksaan oleh polisi dan napi lain di dalam tahanan, dia akhirnya menyerah dan menceritakan dengan gamblang kronologis kejadian di malam itu..malam durjana ketika dia dengan brutal membantai 8 anggota keluarga pemilik restoran yang terdiri dari sang nenek, suami-istri dan 5 anaknya yang masih berusia di bawah 10 tahun! 

Lalu, gimana nasib Wong Chi Hang selanjutnya?

Review :

The Eight Immortals Restaurant: The Untold Story ( Bunman ), konon diangkat dari sebuah kejadian nyata yang pernah terjadi di Macau. Namun klaim itu sendiri masih diperdebatkan beberapa pihak sebagai sekedar trik marketing untuk menciptakan sensasi, rasa penasaran dan mendongkrak jumlah penonton saja.

Ok, kaga peduli ini berdasarkan 'real events' atau bukan, 'The Untold Story' tetaplah pilem yang ultra sick-fuck.

Memiliki cerita yang lempeng dan tidak punya banyak kejutan, The Untold Story menghebohkan sinema HK dengan kandungan kekerasannya yang melimpah dan ditampilkan begitu vulgar. Dari mulai mutilasi eksplisit sampai pemerkosaan brutal yang melibatkan sumpit pangsit ( ada apa dengan sumpit pangsit? kalian liat aja sendiri hehe ), Namun yang paling menggegerkan tentu saja adegan pembantaian satu keluarga itu. Bukan apa-apa, kalian pasti udah terbiasa ngeliat orang dewasa terbunuh dengan mengenaskan dalam sebuah pilem horror, tapi gimana kalo kali ini yg menjadi korban adalah lima anak kecil polos nan menggemaskan? sintingnya, Herman Yau ( sang sutradara ) memilih menggelar adegan ini apa adanya, raw, dan slow. Sementara kamera tak pernah menjauh dari kekerasan yang tersaji. Jadi kalian akan ngeliat adegan gimana Wong Chi Hang menghabisi satu persatu anak-anak yang terikat tak berdaya ini dengan pisau pemotong dagingnya, salah satunya bernasib sangat mengerikan karena Wong Chi Hang memenggal kepalanya dengan brutal.


Setelah itu, ditampilkan pula adegan Wong Chi Hang mulai memutilasi mayat2 keluarga itu, memisahkan tulang dan mengumpulkan daging2nya untuk digiling menjadi bahan baku pembuat kue di restorannya. sickfuck.

Gue pernah nonton pilem ini di Bioskop Mulya dulu, dan dengan mudah terlupakan karena rupanya LSF memotong terlalu banyak adegan, itu makanya gue cukup terperangah ketika ngeliat versi Uncut nya kemaren.

20 menit menjelang akhir, pilem ber setting di dalam penjara. Semua napi rupanya marah dan setiap hari menghajar Wong Chi Hang, sementara polisi pun menginterogasi Wong dengan siksaan. Gue ngerasa ini upaya Herman Yau untuk memainkan emosi audiens. Kadang kalian akan ngerasa siksaan yang di terima Wong terlalu banyak dan sedikit kasian ngeliatnya hehe, sampai akhirnya pada satu titik dimana Wong mengakui semua perbuatannya. Dan seperti sebuah rekonstruksi, pengakuan Wong diceritain dalam 10 menit adegan yang berdarah-darah yang udah gue ceritain diatas.

Tenang aja, gue belum bercerita terlalu banyak hehe kalian harus nonton sendiri untuk menemukan adegan2 sinting lainnya.

Meski mempunyai cerita yang begitu kelam dengan adegan2nya yang disturbing, anehnya 'The Untold Story' juga mempunyai sisi kontras berupa komedi-goofy. Bukan, ini bukan seperti komedi-horror gaya Braindead, dimana kepala termutilasi akan membuat kalian tertawa ngakak, adegan pembantaian dan segala hal yang berhubungan dengan Wong Chi Hang sendiri tetep disturbing, memilukan dan serius, namun ketika cerita berpindah ke para polisi, pilem seperti menekan tombol 'Komedi' nya dan atmosfir pun segera berubah menjadi seperti ketika kalian nonton pilemnya Wu Meng Ta. Ya, karakter polisi2 HK disini ditampilkan sangat konyol & komikal. Ciri ini juga bisa ditemui di banyak pilem HK Cat III ( dan kalian juga akan selalu menemukan karakter polwan tomboy didalamnya ). Komedi yang ditampilkan sendiri seringkali terasa klise dan tidak penting, tapi yang jelas ini memang membuat 'The Untold Story' menjadi lebih mudah...hmm..di kunyah, di telan dan dinikmati.

Sementara itu, Anthony Wong berakting dengan fenomenal. Perannya sebagai Wong Chi Hang disini tak terlupakan, dia membuat pisau pemotong daging tidak lagi terlihat sama ( temen gue selalu menyebut pisau pemotong daging sebagai 'Pisau Anthony Wong'  setelah menonton pilem ini haha ), persis seperti bagaimana Jason membuat topeng hoki identik dengan topeng pembunuh. Untuk effortnya, Anthony Wong sendiri akhirnya diganjar penghargaan best actor pada HK Film Award tahun 1994.

Kesuksesan pilem ini memperderas gelombang sinema HK Cat III era itu dan berujung pada pembuatan sekuel2nya  ( 'The Untold Story 2 & 3' --yang sayangnya tak pernah bisa melampaui atau setidaknya menyamai bagian pertamanya ini-- kanibalisme menjadi tema yang populer di HK, beberapa pilem bertema serupa segera dibuat, sampai akhirnya ditutup dengan cantik oleh Fruit Chan's 'Dumpling' (2004) yang lebih psychological.

....................................

Di bawah ini adalah beberapa judul lain dari sinema HK Cat III era 90-an, gue akan nyeritainnya dengan singkat aja ya hehe

....................................
Ebola Syndrome ( 1996 )


Dalam pilem ini Anthony Wong bernama Kai San. Tapi karakternya sama saja dengan Wong Chi Hang, begitu juga dengan ceritanya. Jika dalam 'Untold Story' sehabis melakukan pembunuhan Chi Hang melarikan diri ke HK, dalam 'Ebola Syndrome' Kai San kabur ke....Afrika Selatan.


Di Afrika, Kai San juga bekerja di sebuah restoran Cina, dengan boss yang otoriter. kegilaan dimulai ketika Kai San memperkosa wanita suku Zulu yang ternyata terjangkit virus Ebola. Kai San pun tertular. Dilanda putus asa, Kai San membunuh sang boss, istri dan saudaranya lalu menguasai restoran. Tak lupa dia juga menjadikan daging korbannya sebagai bahan baku kue. Setelah beberapa saat, Kai San memutuskan untuk kembali ke HK dan membuat gempar penduduk sana dengan secara sengaja menyebarkan virus Ebola secara serampangan kepada siapa saja yang ditemuinya.

Seperti gue bilang, ini seperti 'The Untold Story' versi Afrika dengan dosis kegilaan, kesadisan ( dan kekonyolan ) 2 kali lipet. Kali ini tanpa polisi-idiot namun mempunyai atmosfer komedi-sakit yang lebih kental.

Gue nggak perlu menceritakan semua adegan stress nya, tapi ada satu scene yang paling gue inget dari pilem ini :
Kai San, ber onani menggunakan daging ayam dan menumpahkan semen-nya disitu. tak lama kemudian, dia menggunakan daging ayam yang berlumuran sperma itu untuk bahan baku membuat kue.

......................................

Daughter of Darkness ( 1993 )


Anthony Wong tidak menjadi pemeran utama disini. dia memerankan penyidik polisi ( opsir Lui ) haha, lebih tepatnya polisi pervert-konyol yang cerdas.

Opsir Lui sedang menyelidiki kasus pembantaian satu keluarga, dimana hanya ada satu survivor, yaitu sang puteri bernama Wei-Fong ( Lily Chung ). Setelah serangkaian investigasi konyol-asal asalan ( yang ngingetin gue ama investigasi serampangan di 'Memories of Murder' ) opsir Lui akhirnya dapat menemukan sang pelaku pembantaian yang sebenernya udah bisa kita tebak sejak awal haha baiklah, ( ini bukan spoiler ) pelakunya emang Wei-Fong sendiri.

Wei Fong bercerita bahwa ia akhirnya membantai keluarganya, setelah sekian lama mengalami diskriminasi, pelecehan, penyiksaan bahkan pemerkosaan oleh seluruh anggota keluarganya sendiri.

Daughter of Darkness ( DoD ) banyak menampilkan adegan kekerasan, bullying, ketelanjangan, pemerkosaan yang diakhiri dengan aksi balas dendam berdarah, namun jangan ber-ekspektasi ini bakal sesolid 'Bedevilled', plot hole kesebar disana sini ( kalo km masih peduli itu ) DoD bahkan masih terasa inferior jika dibandingkan dengan 'The Untold Story'. Walau begitu, ini termasuk dalam jajaran judul populer/laris di HK pada saat itu. Dan meski memiliki rating Cat III, pada akhirnya konon semua usia boleh menonton pilem ini. Persis kaya gimana dulu, nyaris 50% penonton 'Ranjang yang Ternoda' adalah remaja dibawah usia 17 tahun.

Dan seperti juga 'The Untold Story' meski memiliki cerita gelap dengan banyak adegan kekerasan dan pemerkosaan, DoD mempunyai sisi lain berupa komedi gelap-konyol. kalian bisa ngeliat salah satu potongan adegan investigasi absurd ala Anthony Wong lewat klip dibawah ini haha

 

Selain itu, kritik/sindiran untuk aparat kepolisian HK yang sering salah tangkap dan melakukan penyiksaan pada saat interogasi sangat terasa disini.
 
Dan oh iya, pilem ini sering disebut sebut sebagai  'I spit on your Grave' versi HK

.........................

Yang satu ini bukan pilem Anthony Wong, tapi merupakan salah satu judul yang esensial untuk genre Cat III.
 
.........................
 
Red To Kill (1994)


Seorang psikopat-pemerkosa yang trauma dengan masa kecilnya berkeliaran di HK untuk membunuh dan memerkosa gadis yang memakai baju berwarna merah. Sementara itu, Ming Ming ( Lily Chung ) adalah seorang yatim piatu terbelakang mental yang dirawat di sebuah rumah khusus untuk orang orang yang senasib dengannya. Awalnya, Ming Ming bahagia berada di tempat tersebut, hingga akhirnya pada suatu hari tanpa sengaja dia memakai baju berwarna merah. Sang psikopat-pemerkosa yang ternyata adalah salah satu staff rumah perawatan tersebut, tak mampu mengontrol dirinya...dari seorang santun penuh perhatian dia berubah menjadi seperti Hulk, hanya saja Hulk yang satu ini dikuasai nafsu untuk memerkosa dan membunuh. 

Penuh shocking graphics, ketelanjangan dan glorifikasi adegan pemerkosaan.

Berbeda, dengan 3 judul diatas yang kental dengan komedi gelap, Red To Kill tidak memiliki karakter konyol ataupun sesuatu untuk membuat kita tertawa. Ini beneran kelam dan serius. ( meski pada akhirnya penggambaran sang psikopat yang hiperbola/overakting membuat beberapa adegan malah keliatan konyol juga haha ) , 
Walau begitu Red To Kill mempunyai skrip yang lebih solid dan tense yg lebih terjaga jika dibandingkan dengan 'DoD' dan poin plus lainnya adalah akting Lily Chung yang sangat bagus.
Sementara untuk violence dan gore sendiri hanya tampil brutal di menit-menit akhir durasi.

Shocking Graphics Scene : Ming-Ming merasa dirinya kotor setelah diperkosa oleh sang psikopat, dia menangis lalu mengambil silet untuk menyayat-nyayat..maaf..vagina nya sendiri.

Setelah menonton pilem ini, gue jadi ngebayangin betapa tersiksanya sang psikopat kalo tiap ngeliat cewe berbaju merah dia jadi nggak bisa ngontrol dirinya sendiri. Maksud gue, gimana kalo misalnya yang make baju merah nggak 1 orang, tapi misalnya..20 orang??


.............................................

Itulah beberapa judul dari Sinema HK cat 3 yang booming di era 90-an. Masih ada banyak lagi, kalian mungkin bisa ngerekomendasiin yang bagus buat gue. 

Seperti pilem2 eksploitasi lokal kita di era 70-80an, betapapun buruk, miskin kreatifitas dan murahannya kualitas pilem2 tersebut ( yang berbanding lurus dengan buruknya selera orang2 yang menontonnya -seperti gue- haha ), sinema eksploitasi udah menjadi catatan sejarah dunia sinema dalam usahanya : ngasih hiburan ( dan juga nyari duit :D ). Untuk era 2000-an ke atas, gue nggak tau apa yang kemudian terjadi pada sinema HK semenjak 2 raksasa perfilman Asia lainnya ( Jepang dan Korea ) tampaknya lebih mendominasi.

Ciao.

16 comments:

  1. Dulu pernah beli dvd Untold Story, kebeli karena penjual DVD-nya bilang: "Hati2 deh, setelah kamu nonton film ini, kamu gak akan bisa lagi makan bakpao." Sekarang dvd-nya hilang entah kemana karena nunda terus mau nonton itu, oh iya, sampul dvd bajakan indonesianya kayak begini nih: http://pics.lockerz.com/s/49838633

    ReplyDelete
  2. @Timothy : Haha iya ini emang lumayan gampang di cari di lapak dvd bajakan :D

    ReplyDelete
  3. waduh...kangen nih...sudah lama review nya kagak nongol...padahal selalu ditunggu. update terus dengan review..review horror yang banyak dijual di lapak DVD tapi ga muncul di bioskop

    ReplyDelete
  4. Daughter of Darkness udah selesai nonton di Youtube full,aku ngerti kenapa pertengahan tahun 90an bisa disebut dark era nya per Filman. sayangnya di Indonesia jadi Onani era tanpa ada satupun Film yang benar-benar bisa diingat selain Sex, Ranjang, Tabu, dan Gairah.

    ReplyDelete
  5. @Hadi : semua film diatas bisa ditonton full di yutub :D Uncut!

    ReplyDelete
  6. bang ringgo.. saya mau coba langganan jalurbebaszine nya ? masih buat kaga bang ?isubjectnya udah diupdate lagi belum ?

    ReplyDelete
  7. Jb udah koit sampe 15 edisi aja, itu zine potokopian doang kok haha isubject belum sempet di apdet :(. Tentang Ming, tu anak ngilang ga tau kemana..lu bisa cek blog nya ( yang udah ga apdet ) disini : http://vdentata.blogspot.com/

    ReplyDelete
  8. Ane bisa ngerekomendasiin satu film Cat III. Tapi ini genrenya eksploitasi tapi banyak adegan yang disturbingnya. Judulnya Compert Women 1992. Tentang Jugun Ianfu (pelacuran jaman perang jepang). Jadi nh film temanya sama ma film Men Behind The Sun. Jaman perang gitulah pokoknya. Cakep dah nh film. Cuma gx ada di youtube. Adanya di situs Xvideos.com. Cuma dia dibagi jadi berapa part gitu...
    Sekian saran dari ane...

    ReplyDelete
  9. @Mamad : Thanks rekomennya bos. mungkin maksudnya 'Comfort Woman' ya? boleh jg tuh kayanya, gw belum nonton. Tapi, kalo downloadnya di xvideos.com sih agak susah jg ya, soalnya kalo kesitu mesti donlod yang nggak-nggak haha

    ReplyDelete
  10. @Ringo: emank sih tuh film cuma adanya di situs itu doank. gw ngerekomendasiin th film karena indonesia kan pernah ngalamin masa kya begitu juga. klo boleh gw minta saran donk, film-film lawas yang berbau gore atau slasher gitu. pokoknya yang mirip-mirip ma: evil dead trilogy, braindead, re-animator, bad taste gitulah pokoknya....
    sekian dari ane.......

    ReplyDelete
  11. @Mamad : mungkin kamu bisa cek From Beyond, Night of the Creeps, Demons, Street Trash, Chopping Mall, Monsturd..browsing aja entar ketemu sendiri pilem2 laennya :)

    ReplyDelete
  12. brengsek ane nonton daughter of darkness... dan miris endingnya..
    sedih banget...T_T
    ceweknya juga cakep.. keren bisa acting dari wajah polos, menderita, orgasm, sampe sadis waktu membunuh...

    ReplyDelete
  13. ANTHONY WONG!!!!
    Itu hero gua banget go jaman sd, ganteng abis tapi setresss kelakuannya di pilem. Ebola syndrome itu kacau banget filmnya, hahaha. Ah jadi nostalgia gua go...hehe

    ReplyDelete
  14. dulu ada film era2 ini yg ada adegan seorang cewek dperkosa 3 pria, si cewek nya triak2 gtu ngasi tau kl dia kena pnykit klmin, tp pria yg memperkosa dia malah makin menggila, pngn ntn film itu lg, tp lupa judulnya, mgkn ada yg tau??

    ReplyDelete