Calvaire udah nge-set tone unsettling dark humor nya sejak menit pertama lewat adegan pertunjukan musik yang gue duga berlangsung disebuah panti jompo dimana karakter utama kita, Marc Stevens ( Laurent Lucas ) ternyata adalah penampilnya. Ya, Marc adalah seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu cinta cheesy dengan jubah panggungnya yang juga terkesan murahan. Meskipun hanya penyanyi undangan yang bermain di acara-acara kecil, Marc rupanya cukup populer dan disukai audiensnya, terbukti abis dia nyelesein pertunjukan, seorang nenek nyelonong menemui Marc dibelakang panggung dan melakukan gestur ajakan seksual haha. Marc dengan awkward menolaknya yang langsung membuat nenek itu memaki dirinya sendiri. Adegan ini seperti ngasih tau apaan yang akan gue liat : sebuah unsettling dark comedy yang nantinya mungkin akan di mix ama atmospheric-horror.
Abis itu, diceritain Marc langsung melanjutkan tur-kecil nya ke daerah selatan untuk tampil di sebuah acara natal. Ditengah perjalanan, ketika nyampe di sebuah hutan berkabut nan terpencil, tiba-tiba aje mobil Marc mogok. Untungnya, saat sedang kebingungan, datang seorang warga sekitar ( Boris ) yang meski berperilaku aneh, mau membantu mengantarkan Marc ke sebuah rumah penginapan terdekat. Bartel, ( orang tua pemilik rumah penginapan ) segera menyambut Marc dengan ramah. Malam yang cukup sial itu sepertinya akan dilewati Marc dengan menginap di penginapan itu sambil menunggu mekanik datang untuk memperbaiki mobilnya.
Tapi kita sedang menonton sebuah film yang kedefinisi sebagai horror, dimana segala sesuatu tidak sebaik kelihatannya bukan? hehe.
