Showing posts with label body horror. Show all posts
Showing posts with label body horror. Show all posts

13 June 2017

Bite (2015 ) : Gigitan Kecil yang Tak Terasa Menggigit


Tertarik ama film body-horror  garapan Chad Archibald ini setelah saat itu nggak sengaja ngebaca beritanya ( entah itu beneran atau hanya trik marketing belaka ) yang nyebutin bahwa ada dua penonton yang pingsan dan seorang lagi muntah-muntah setelah nonton ini pada saat premierenya di Fantasia Film Festival. Well, sebegitu menjijikannya-kah filmnya? 

Plot film berpusat pada karakter Casey ( Elma Begovic ), yang baru saja pulang dari liburan-jelang-pernikahan ( Bachelorette Party ) bersama kawan-kawannya di Costa Rica. Liburan itu seharusnya membuat Casey lebih senang dan segar, tapi pada kenyataannya ada dua masalah yang sedang merisaukan hatinya. Pertama, meski calon suaminya, Jared ( Jordan Gray ) boleh dibilang adalah sosok yang ideal ( dia tampan, baik hati dan mapan ), entah kenapa Casey justru merasa belum siap dengan pernikahan yang akan dihelat seminggu lagi itu. Dia terlihat gugup berada diambang dunia rumah-tangga dengan semua tetek-bengek kerumitannya kelak ( termasuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak ). Kegelisahan itu menguat setelah dia ngerasa calon mertuanya tidak menyukainya. Dipuncak kebimbangan, Casey sempat ingin mengutarakan keinginan menunda pernikahan, namun tak sanggup menyampaikannya. Hal ini membuat ia semakin tertekan. Pendeknya, Casey sedang mengalami krisis-jelang-married kaya banyak temen gue yang justru terlihat murung dan panik menjelang pernikahannya haha. 

20 February 2017

[ MANGA ] UZUMAKI - Spiral Into Horror VOL 1-3 : Horror spiral ala Junji Ito

Kalo kalian nge-klik menu 'About' di blog ini, disana tertulis 'Selain film, kami juga menulis tentang game, buku, atau komik'. Nyatanya, cuma ada review film di blog ini, haha. Tapi tenang, bisa gue pastiin kalo itu cuma soal waktu saja sebelum akhirnya gue ngereview medium horror selain film. Dan, inilah waktunya. Yap, review HSD kali ini adalah sebuah manga fantastis yang konon telah menjadi benchmark bagi dunia komik ( bergenre horror ) di Jepang.  

Ngomongin manga, aslinya gue bukan pengkonsumsi medium ini dan bahkan nyaris lupa kapan terakhir kali gue membaca sebuah manga. Ah ya, beberapa tahun lalu, seorang kawan merekomendasikan sebuah manga berjudul Parasyte karya Hitoshi Iwaaki, sebuah perkenalan yang kurang berkesan karena meski ceritanya cukup menarik dan dipenuhi gambar-gambar body-horror  gue nggak sampe selesai membacanya. Mungkin mood gue lagi kurang bagus atau sedang malas ( next time, gue akan mencoba membaca ulang manga ini ) tapi memang setelah Parasyte, gue nggak pernah membaca manga-horror lagi.  

Dan mengenai manga yang akan gue review ini, gue malah udah lama nonton versi filmnya ( berjudul 'Spiral' ( 2000 ) , disutradarai Higuchinsky ) , seinget gue, itu film dengan premis yang menarik namun memiliki skrip dan editing berantakan, membuat versi film ini terlalu absurd dan membingungkan ( terutama buat yang belum membaca manganya ) dan pada akhirnya mudah dilupakan. Lalu kemarin, entah kenapa tiba-tiba saja gue memutuskan untuk membaca versi manganya. Gue duga ini karena hujan deras diluar tidak kunjung berhenti dan gue butuh selingan hiburan pembunuh waktu selain koleksi film horror di harddisk yang udah ditonton berkali-kali dan gim Limbo yang juga udah ditamatkan berkali-kali. Pilihan gue jatuh pada manga karya Junji Ito ini.  

Kita ke plot nya dulu. 

01 December 2016

SOCIETY ( 1989 ) : WHAT THE FUCK DID I JUST WATCH??!

Brian Yuzna mengawali karir profesional perfilmannya sebagai  produser film splatstick horror keren yang sekarang menjadi cult classic, Re Animator ( 1985 ). Kaya yang kita tau, film yang disutadarai Stuart Gordon ini sukses. Selepas itu, Gordon dan Yuzna tercatat kembali terlibat di beberapa proyekan film yang juga cukup mendapat apresiasi positif dari penggemar B-horror ( From Beyond ( 1986 ), Dolls ( 1987 ), Dagon ( 2001 ) )

Namun rupanya, Yuzna tidak puas hanya duduk manis sebagai produser, dia pengen tantangan baru. Menurutnya, " produser mungkin mendapat uang paling banyak, tapi sutradaralah yang pada akhirnya mendapat semua kredit " haha.  Maka, ketika pada suatu hari seorang kolega menawarinya untuk menyutradarai sebuah film, tanpa pikir panjang dia langsung menyanggupinya. Ini menarik, kalo nginget Yuzna tuh sebenernya nggak memiliki bakat sebesar Gordon, dia nggak punya background resmi pendidikan film dan semata-mata dikenal hanya karena memproduseri Re-Animator ( yang kebetulan sukses ) haha. Tapi, bodo amat. Kesempatan datang, dan dia nggak ingin menyia-nyiakannya. 

Naskah untuk directorial debut Yuzna ditulis oleh Rick Fry. Ketika pertama kali membacanya, Yuzna langsung tertarik. Itu tentang paranoia dan punya banyak suspense didalamnya. Namun, bagian endingnya ( yang tentang sekte pemuja darah ) rupanya kurang membuatnya terkesan. Yuzna pun berniat mengganti bagian itu dengan sesuatu yang lebih aneh, surreal, fantastis dan imajinatif. Hanya saja saat itu dia belum memiliki ide. Kemudian, mungkin setelah ngabisin beberapa botol alkohol dan berjam-jam merenung di wc, akhirnya ilham itu turunlah. Dia teringat mimpi buruknya, dan Eurekaaa! seketika bohlam menyala terang diatas kepalanya, ngasih dia ide untuk me reka-ulang mimpi buruk itu menjadi  sebuah sekuens yang akan ditaronya di film. Dan holy shit, sekuens yang sangat imajinatif itu, jujur aja ternyata jadi satu-satunya poin paling brillian di debut filmnya ini haha

Kita ke premisenya dulu.