05 September 2017

Top 15 Brutal Deaths in Game of Thrones series ( season 1 - season 7 )

GoT poster by ricardomacia on deviantart
WARNING! THIS POST IS DARK AND FULL OF SPOILERS

Well, usai sudah musim ke 7 kisah epik perebutan tahta di benua Westeros yang udah sukses mengacaukan waktu produktif dan jam tidur gue karena marathon ngejar 60an lebih episodenya haha. Terus terang, gue emang baru ngikutin seri ini ketika penayangan di HBO udah nyampe episode pertengahan musim ke 7 kemaren. Pencetusnya apa lagi kalo bukan orang-orang disekitar gue serta berita-berita di linimasa sosmed yang terus-terusan ngomongin seri ini. Tapi, sebenernya itu aja ngga cukup kuat jadi alesan buat ngecek Game of Thrones yang pernah gue kira adalah judul sebuah game strategi wkwk sampe kemudian salah satu temen ngucapin kalimat yang sangat susah untuk ditolak ini :  

" seri ini punya banyak boobs, nudity dan graphic violence " 

Wainiii haha okelah, jadi gue pun langsung nyoba season pertamanya. Dilihat dari sudut pandang horor fan, episode awal nya sendiri secara mengejutkan udah nunjukin elemen horor kuat dengan menampilkan korban pembantaian wildlings ( suku liar ) yang dilakukan oleh makhluk supranatural kuno ( White Walker ) dimana salah satu kekuatannya adalah membangkitkan mayat  dan mengubahnya menjadi Wight ( Zombie ). Kita juga punya eksekusi pemenggalan, pertandingan Joust nan brutal, lalu ada suku barbar Dothraki yang suka ngeseks dialam bebas, dukun ilmu hitam, naga, serta yeah, tentu saja hubungan sex incest yang menjadi pemicu semua silang sengketa dan pertumpahan darah di benua Westeros. Yap, season pertamanya ( meski baru level build-up plot dan pengenalan karakter ) udah cukup untuk membuat gue tertarik. Sebuah mix antara sihir, naga dan intrik politik Machiavellian penuh darah yang menegaskan GoT sebagai drama medieval-fantasi mature yang ada di ranah berbeda terutama jika dibandingkan Lord of The Rings yang PG-13 itu. Abis itu, gue nonstop  nonton 5 episode tiap hari hehe persetan kerja!  

Secara singkat, seri ini mempunyaI tiga plot utama, yaitu : kisruh perebutan tahta yang melibatkan 7 klan bangsawan penguasa wilayah Westeros. Lalu ada perjuangan Daenerys Targaryen ( dengan tiga naga nya ) untuk merebut kembali tahta Iron Throne ( serta melakukan revolusi sistem ) dan yang terakhir adalah plot tentang ancaman berskala apokalips dari utara dalam bentuk invasi White Walkers beserta pasukan zombienya ( Wights ). Hmm, kalo di perhatiin, akankah ini akan berakhir seperti ide utama dalam Watchmen ( 2009 ) ketika satu karakter dalam film itu dengan sengaja menciptakan musuh bersama dari luar untuk membuat bangsa-bangsa dibumi akhirnya bersatu? well, semoga tidak seklise itu. 

Satu lagi, kekuatan seri ini adalah pada eksplorasi karakter-karakter utamanya yang terus berkembang seturut jalan cerita yang pada akhirnya mampu ngasih perspektif lain pada penonton. Contohnya adalah Jaime Lannister yang di episode2 awal menjadi karakter yang paling dibenci, perlahan namun pasti mulai layak mendapat simpati ketika karakternya terus dieksplorasi. Hal yang sama juga terjadi pada Sandor 'The Hound' Clegane, Sansa, atau Arya Stark. Evolusi karakter-karakter ini demikian halus sampe dimusim terakhir kemaren, tanpa sadar karakter mereka sudah banyak berubah. Ada juga Varys, anggota penasehat di dewan kerajaan King's Landing ( digambarkan sebagai karakter yang licik, oportunis, banyak melakukan konspirasi demi keselamatannya sendiri ), ketika dikonfrontasi Daenerys diluar dugaan mampu menyampaikan argumen masuk akal yang membuat persepsi buruk gue padanya menjadi goyah ( atau apakah die emang pandai bersilat lidah seperti Littlefinger? entahlah ). Daenerys Targaryen sendiri, sang pembebas ( dengan tiga naga api ) yang digadang-gadang bakal menjadi hero, menarik untuk didiskusikan aksinya ketika dia beberapa kali mengambil keputusan impulsif ( menyalib para master, menghapus tradisi lama, berniat menghancurkan sistem tanpa menyiapkan sistem pengganti ) yang membuat upaya penaklukan dan revolusinya kerap tidak berjalan mulus, contohnya adalah pemberontakan Sons of The Harpy di Meereen ( Nah, bukankah ini mengingatkan kita pada negara superpower yang memaksakan ideologinya dinegara lain yang memiliki kultur berbeda? hehe correct me ). Sementara untuk Theon Greyjoy, seorang pengkhianat yang kemudian mengalami nasib sangat mengerikan ditangan Ramsay Bolton, asli gue masih bingung apakah harus membenci atau bersimpati pada karakter ini haha.  

Ya, sama seperti Don't Breathe nya Fede Alvarez, ( dengan mengesampingkan season 7 nya yang lebih berfokus pada plot heroic-fantasy saga ) Game of Thrones banyak bermain di area abu-abu ( ambigu ) yang membuat aroma ketidakpastian terasa kuat, sementara itu bates antara bener dan salah pun menjadi kabur. Seri juga kerap berpindah point-of-view. Tujuannya jelas, mengajak penonton untuk melihat dari perspektif lain kemudian membiarkan mereka mengambil kesimpulan sendiri.  

Sebenernya masih banyak yang pengen gue ceritain dari seri yang merupakan adaptasi novel karya George R.R Martin ini ( A song of Ice and Fire -- gue belum sempet baca, tapi bisa gue bayangin itu adalah novel yang fantastis ). Tentang karakter-karakter super menjengkelkannya ( Joffrey, Walder Frey, Cersei, Ramsay Bolton, Littlefinger, Euron Greyjoy ),  tentang karakter-karakter badassnya ( Sandor Clegane FTW! ), tentang plotnya yang tanpa ampun berani mematikan beberapa karakter fan-favorite, tentang bagaimana Cersei memanfaatkan fundamentalisme agama dari kaum puritan demi kepentingan politik ( ini sangat relevan dengan situasi politik di negara kita  ), tentang setting kota-kota di Westeros dan Essos dengan legendanya masing-masing yang imajinatif, tentang adegan pertempuran dan spesial efeknya nan epik dll. Tapi hey, ini masih blog horror kan ya? haha, so sebelum gue melebar kemana-mana dan tanpa sadar mengubah nama blog ini menjadi valarmorghulis, lebih baik kita langsung fokus aje ke satu elemen dalam seri ini yang masih ada relevansinya dengan horor..yeaaah, apalagi kalo bukan graphic violence hehe.  

So, bener apa yang temen gue bilang kalo GoT punya kandungan graphic violence ( juga sex scene ) yang cukup melimpah, buat gue sih itu jelas bumbu penyedap yang membuat seri ini jadi asik ditonton ( tanpa elemen ini kayanya GoT bakal ngebosenin kaya seri pendekar dinasti Tiongkok atau Angling Dharma wkww ). Tapi, perlu digaris bawahi bahwa adegan-adegan gruesome disini masih jadi bagian dari jalan cerita, dia nggak nyampe ke level gorefest ( atau eksploitasi ) dan sengaja ditunjukin dengan eksplisit hanya untuk ngasih emotional-impact maksimum. So, buat para gorehound, don't expect too much yee. Ini jelas masih di level medium, tapi buat ukuran seri TV bergenre drama-fantasi sih..hmm cukup mengejutkan lah, buktinya gue langsung trigerred untuk menulist ini hehe.  

Nah, adegan-adegan mana aja yang menurut HSD layak masuk list ini?  

Oke folks, Langsung aja ye.. 

Top 15 Brutal Deaths in Game of Thrones series 

15. Ser Hugh Death ( Season 1 Episode 4 )
Cause of death : Ketusuk pecahan tombak di turnamen Joust


 

Yang ini terjadi dalam adegan turnamen Joust untuk merayakan kedatangan Ned Stark di King's Landing. Ser Hugh melawan si raksasa Gregor 'The Mountain' Clegane. Pertandingan adu tombak berkuda yang populer di era medieval ini berakhir dengan kematian menyakitkan Ser Hugh karena tenggorokannya ketusuk pecahan tombak. Yass, ngeliat ini gue kaya ngeliat salah satu adegan kematian di Final Destination hehe. 

Brutal meter : 3/5


14. Unknown Character Death ( Season 2  Episode 4 )
Cause of Death : Digerogoti tikus idup-idup 



Dalam episode ini diceritain pasukan Lannister menginterogasi para petani di Harrenhal dengan metode penyiksaan yang sungguh tak terbayangkan, yaitu dengan mengikatkan ember berisi tikus besar ke dada tawanannya. Ketika interogator tidak mendapatkan jawaban memuaskan, dia akan memanggang bagian belakang ember itu dengan api yang memaksa tikus besar didalamnya mencari jalan keluar ( untuk menghindari panas ) dengan cara menggerogoti tubuh sang tawanan malang. Holy shit, gimana tuh rasanya mati digerogotin tikus? Yang lebih menyeramkan adalah metode penyiksaan ini konon emang beneran pernah diterapkan di abad pertengahan dulu. Syit.

metode penyiksaan di abad pertengahan

Brutal meter : 3/5

13. Ramsay Bolton Death ( Season 5, Episode 9 )
Cause of Death :
Dimakan oleh anjing-anjingnya sendiri



Selain punya banyak banyak karakter ambigu yang terus berkembang, show juga tak lupa memasukkan karakter-karakter solid-evil. Seperti misalnya pada season-season awal kita punya King Joffrey the little shit yang rasanya pengen gue injek-injek mukanya haha, ketika karakter ini akhirnya tewas ( dia layak mendapat cara kematian yang lebih buruk sebenernya ), seri menggantinya dengan karakter lain yang bahkan lebih kejam ( dan membuat Joffrey mendadak terasa seperti anak soleh ), yaitu si psikopat Ramsay Bolton, beberapa contoh kekejamannya adalah dia hobi menguliti hidup-hidup pasukan musuhnya, mengumpankan korbannya untuk santapan anjing-anjing hanya demi kesenangan, memperkosa dengan brutal salah satu karakter protagonis ( Sansa ), serta menyiksa habis-habisan ( baik fisik dan mental ) tawanannya ( Theon Greyjoy ) untuk mengubahnya menjadi seperti hewan peliharaan. Tak ada yang lebih dinanti selain kematian tragis karakter ini, dan akhirnya itu terpenuhi di musim ke 5 ketika Sansa mengumpankan Ramsay ke anjing-anjing peliharaannya sendiri. Sebuah cara mati yang sungguh brutal. Satu alesan yang membuat adegan ini tidak berada di posisi yang lebih tinggi dalam list ini adalah karena sekuensnya tidak tampil full  onscreen ( studio memutuskan untuk men-toned down adegannya karena konon terlalu sadis ). Syit. meski demikian, rasanya salah kalo ngga masukin adegan ini ke dalam list. Die you, asshole!

Brutal meter : 3/5


12. Shireen Baratheon Death ( Season 5 epiode 9 )
Cause of Death : Burned alive


Apa yang membuat adegan ini begitu menyakitkan untuk diliat adalah kenyataan bahwa korbannya adalah seorang gadis kecil nan polos. Lebih disturbing lagi, ayahnya sendiri ( Stannis Baratheon ) yang membakar Shireen hidup-hidup atas petunjuk penyihir wanita Melisandre. Untunglah, adegan shocking ini tidak ditampilkan full onscreen, meski begitu jeritan-jeritan menyayat Shireen ketika api mulai melahap tubuhnya tetap mampu ngasih kita horor mencekam. Shockingly sick. Abis ngeliat ini gue sempat berharap White Walker segera menginvasi Westeros dan membunuh semua orang didalamnya. Kzl. 

Brutal meter : 3/5


11. Styr Death ( Season 4 episode 9 )
Cause of Death :
Dihantam dengan palu oleh Jon Snow dalam pertempuran di Castle Black



Styr adalah kepala suku Thenn yang bengis dan berhasrat menghabisi semua anggota Night Watch pimpinan Jon Snow. Pada momen penyerangan Castle Black bersama suku Wildlings lainnya, pria besar yang juga kanibal ini akhirnya berhadapan dengan Jon. Duel berlangsung seru dan Styr terlihat seperti akan memenangkan pertarungan. Ketika nyawa Jon sudah diujung tanduk, satu detik kelengahan dimanfaatkan Jon untuk meraih palu dan croottt!  detik berikutnya palu itu udah nancep dikepala botak Styr. Bye-bye Styr!

10. Trystane Death ( Season 6 Episode 1 )
Cause of Death : Ditombak oleh Snake Sands


 

Ellaria Sand kecewa dan marah mendengar keputusan Doran Martell ( Raja Dorne ) yang enggan melakukan pembalasan pada klan Lannister atas kematian Prince Oberyn ( kekasihnya ). Dia lalu memutuskan untuk merebut kekuasaan di Dorne dengan membunuh Doran Martell dan puteranya Trystane. Doran tewas ditikam Ellaria sementara Trystane meregang ajal di tangan tiga assasins perempuan ( Sand Snakes ) yang dengan brutal menombaknya dari belakang. RIP Trystane. 

 9. Brotherhood member Deaths ( Season 6 Episode 8 )
Cause of Death :
The Hound's Axe Rampage!

 

Sandor 'The Hound' Clegane adalah salah satu karakter favorit gue. Dia tangguh, dingin, badass, serta memiliki pengalaman dan masa lalu gelap yang membentuk kepribadian sinikalnya. Ya, The Hound adalah seorang complete-nihilis. Pada satu titik paling kritis dalam hidupnya ( sedang sekarat ), Septon Ray datang menolongnya kemudian ngasih doi sedikit pencerahan dan petuah tentang tujuan hidup. Sayang ketenangan spiritual The Hound tak berlangsung lama. Orang-orang jahat ( Brotherhood Without Banners ) datang, merampok dan membunuh semua pengikut Septon Ray. Tak ayal, The Hound pun murka, berbekal kapak dia langsung memburu para pelakunya lalu tanpa ampun membantai empat anggota Brotherhood yang dia temukan. Kill 'em all, Hound!

8. Ser Rodrick Cassel Death ( Season 2  Episode 6 )
Cause of Death :
Dieksekusi penggal oleh Theon Greyjoy



Semua adegan eksekusi pemenggalan dalam GoT umumnya berlangsung 'quick and clean'. Kecuali yang satu ini. Ya, Ser Rodrick harus mengalami penderitaan hebat selama eksekusi karena meski Theon sudah tiga kali menebas kuat-kuat, kepalanya tak kunjung putus. Sampai akhirnya Theon dengan kesal menggunakan kakinya untuk memisahkan kepala Ser Rodrick dari lehernya. What a horrible way to die! kapan aje kalian mulai bersimpati pada Theon Greyjoy, inget adegan ini!

7. Viserys Targaryen Death ( Season 1 Episode 6 )
Cause of Death :
Khal Drogo menumpahkan lelehan emas panas ke kepalanya



 

Viserys Targaryen adalah kakak Daenerys. Dia sangat berambisi untuk merebut kembali tahta King's Landing dari tangan Robert Baratheon. Demi tujuan itu, Viserys rela melakukan apa saja termasuk menikahkan Daenerys pada Khal Drogo, pemimpin suku barbar Dothraki yang memiliki banyak pasukan tangguh. Sayangnya, Viserys dengan sangat annoying terus-terusan menuntut Khal Drogo untuk segera menyerang King's Landing dan memberinya mahkota raja sebagai imbalan atas pernikahannya dengan Daenerys. Pada satu momen, ketika Viserys kembali menuntut, Khal Drogo rupanya habis kesabaran, dia segera melelehkan emas-emas disebuah panci kemudian dengan brutal langsung menumpahkan lelehannya ke kepala Viserys sambil berkata "  a crown for the king ".  Haha savage!

Brutal meter : 4/5

6. Mago Death ( Season 1  Episode 8 )
Cause of Death :
Khal Drogo menebas leher Mago dan mencabut lidahnya


 

Masih dari tanah para Dothraki. Kali ini yang bernasib sial adalah Mago, salah satu pengikut Khal Drogo. Jadi ceritanya, Daenerys ingin menyelamatkan beberapa warga yang desanya sedang dijarah suku Dothraki.  Dengan argumen yang masuk akal, Daenerys akhirnya bisa meyakinkan Drogo. Namun tidak dengan Mago, dia menentang keras dan menganggap Drogo sudah menjadi lemah karena mau menuruti keinginan perempuan. Tensi yang meningkat cepat ini akhirnya berujung pada duel Mago vs Khal Drogo. Jelas Mago bukan tandingan Drogo yang dengan singkat mengakhiri perlawanannya. Dia menemui ajal setelah Drogo menebas leher dan mencabut lidahnya. "What's happen Mago? has the Drogo got your tongue? "

Brutal meter : 4/5

 5. Unnamed Lannister's kingsmen ( Season 4 season 1 )
Cause of Death :
Berkali-kali ketancep golok dimata



 

Petualangan dan relasi captor-prisoner antara Arya dan The Hound adalah salah satu subplot favorit gue. Dalam salah satu perjalanannya, diceritain duo ini masuk ke sebuah kedai dan berjumpa dengan beberapa prajurit Lannister. Dialog antara The Hound dan prajurit Lannister ( Polliver ) disini kemudian menghasilkan salah satu line paling hilarious dari The Hound, ngasih kita sebuah dark humor di sela-sela tone Westeros yang suram dan depresif. Abis itu tensi berekskalasi dengan cepat, perkelahian pecah. Kaya bisa diduga, The Hound ( dan Arya ) membunuh mereka semua, salah satunya bahkan tewas dengan brutal setelah The Hound nancepin muka orang itu berkali-kali ke golok yang dipegangnya. Tsadeeest!  

Brutal meter : 4/5

4. Karl Tanner Death ( Season 4  Episode 5 )
Cause of Death :
Impaled through the back of the head, tembus ke mulut!



 

Adegan ini berlangsung saat Jon Snow menyerbu lokasi keberadaan Karl Tanner pembelot Night Watch yang memilih untuk membentuk kelompok kriminal ) di Craster's Keep. Duel antara Jon Vs Karl Tanner berlangsung sengit, Karl adalah petarung yang tangguh terutama ketika dia menggunakan senjata andalannya, double-dagger. Jon pun kewalahan, dan dia mungkin sudah tewas andai saja seorang wanita Wildlings tidak membuat perhatian Karl teralihkan. Kelengahan Karl ini berakhir fatal karena Jon segera manfaatin itu dengan menusuk kepalanya dari belakang, tembus ke mulut kemudian mencabut pedangnya pelan-pelan. ngilu, njir

Brutal meter : 4/5
 

3. Talisa, Robb and Catelyn Stark death  ( Season 3 episode 9 )
Cause of Death :
Red Wedding massacre!



 

Jika kalian bertanya pada penonton GoT tentang adegan mana yang paling traumatik di sepanjang tujuh musim penayangannya ( tentu saja selain adegan Robin Arryn ngenyot tete ibunya ) kemungkinan besar mereka akan menjawab scene ketika Talisa, Robb dan Catelyn Stark dibantai oleh Walder Frey dalam sebuah momen pengkhianatan paling berdarah di Westeros ini. Tragedi yang dikenal dengan 'Red Wedding' ( konon terinspirasi dari kejadian nyata 'The Black Dinner' di Skotlandia ) ini bukan hanya brutal karena menampilkan double eksplisit slit-throat dan perut wanita hamil yang ditusuk-tusuk, namun juga mengguncang secara emosional karena tragedinya datang begitu tiba-tiba dengan korban yang merupakan karakter-karakter favorit penonton. Dalam pengkhianatan ini, seluruh pasukan Stark juga dibantai, dan seakan belum cukup, pasukan Frey dengan keji menjahit potongan kepala serigala di mayat Robb yang terpenggal kemudian mengaraknya beramai-ramai. Ya, George.R.R Martin begitu tanpa ampun membuat penontonnya menderita, gue bisa membayangkan penulis gendut itu menyeringai dari balik meja kerjanya. Damn you, George!

Brutal meter : 4/5


2. Ser Meryn Trant Death ( Season 5 Episode 10 )
Cause of Death :
Stabbed in both eyes, repeatedly in the chest, and throat slit by Arya Stark



 

Selain The Hound, karaker favorit gue adalah Arya Stark ( awas aje, kalo karakter ini juga mati! ), Arya sudah menyaksikan begitu banyak tragedi yang menimpa keluarganya, membuat dia berevolusi dari seorang tomboy bandel menjadi full skilled-cold blood-badass-assassin yang hanya digerakkan oleh satu motivasi : membalas dendam. Tiap hari dia merapal nama-nama orang yang ingin dibunuhnya ( kill list ), dan tentu akan menjadi momen crowd-pleaser saat Arya ( yang udah menguasai teknik assassins ) akhirnya bertemu dengan salah satu orang dalam daftarnya. Dalam aksi pembalasan nan badass ini, Arya ( yang mengecoh Ser Meryn dengan menyamar sebagai pelacur ) menusuk mata dan tubuh Ser Meryn berkali-kali lalu mengakhiri riwayatnya dengan sebuah sayatan pelan dileher. Hell yeah, nice move, Arya!

Brutal meter : 4,5/5


 1. Oberyn Martell Death ( Season 4 Episode 8 )
Cause of Death : Skull crushed by The Mountain



 

Gue cukup kesulitan menyusun list ini karena begitu banyaknya adegan brutal yang harus dipilih, tapi menentukan adegan mana yang berada di peringkat satu sih gampang, yap ga ada yang lebih graphics dari adegan saat The Mountain memecahkan bola mata lalu meremukkan kepala Prince Oberyn dengan cengkraman kuat tangan kosongnya haha what the fuck did i just watch? a splatstick b-horror movie? haha

Brutal Meter : 5/5
 

HONORABLE MENTION 

Walder Frey Death ( Season 6 Episode 10 )
Cause of Death :
Throat slit by Arya Stark


 
Inget pengkhianatan Red Wedding yang udah gue ceritain diatas? Walder Frey adalah orang yang bertanggung jawab atas tragedi itu. Dan di season 6, tua bangka ini akhirnya mendapat balasan atas perbuatannya. Siapa lagi kalo bukan Arya Stark yang melakukannya. Dalam adegan ini ( Arya yang kali ini menyamar menjadi pelayan ) menyayat dengan pelan leher Frey kemudian memegangi kepalanya agar darah terus memancur dari lehernya yang terkoyak. Tapi bagian terbaiknya adalah ketika kita tau ternyata Arya juga telah memutilasi dua putera Frey lalu menaruh potongan-potongan tubuh mereka dalam roti yang sedang dimakan Frey. Yeaay, Satu lagi sebuah crowd-pleaser dari Arya Stark.

....................


Nah, itu dia top 15 brutal death scenes in GoT versi HSD, Sebenernya sih masih banyak lagi yang layak masuk list ini, tapi cape ngetiknya, yaudah segini aja deh hehe oiya satu lagi, buat kalian yang males nginget begitu banyak nama karakter, silsilah keluarga, dan intrik politik yang rumit, kayanya ini bukan buat elo deh. Tapi, kalo mau nyoba dan bisa ngelewatin itu, payoff yang akan kalian dapet adalah adegan2 graphics yang udah gue tulis diatas, nudity, epic battles, zombie, naga, naga zombie, zombie vs naga, zombie vs naga zombie daaan...dwarf sex scene.


That's All, Folks.  


Sampai jumpa di season finale 2 tahun lagi.


Ciao.

 

1 comment: