22 October 2009

ROH



REVIEWED BY RINGO (R).

Pertama-tama sebelum kita melangkah ke review, gue ingin memberikan apresiasi pada para desainer poster film lokal yang belakangan ini selalu sukses ‘mengkoreksi’ beberapa poster film luar negeri, ( yang menurut gue memang hambar. ).

Dan dari sekian banyak ‘koreksi’ poster, menurut gue film ‘ROH’ ini salah satunya yang cukup berhasil mempermak poster film lain. Waw, desainernya sudah berhasil menunjukkan kepada pembuat poster film ‘ The Prestige’ bahwa..beginilah caranya membuat desain poster yang lebih ‘hidup’ dan membetot perhatian calon-penonton!. Beri tepuk tangan sodara-sodara. Jika si pembuat poster film ‘The Prestige’ melihatnya, gue yakin dia akan segera menceburkan dirinya ke dalam sumur sambil menjerit histeris karena malu. Take that, losers!

Lihat, desainernya dengan cerdas tinggal menambah contrast pada bagian tengah gambar sehingga menimbulkan efek yang lebih ‘menyiksa mata’ ( yahh..sebagai film horror, tentu alangkah baiknya jika semua elemen pendukung, mampu membuat penonton tersiksa ..poster film ROH memberikan contoh yang baik ).
Dan jika di film The Prestige, desain dan warna font judul begitu membosankan, maka ‘ROH’ melakukan manuver cerdik dengan memperbesar fontnya dan memberinya warna merah, karena tentu saja merah adalah warna darah, jendral.

Mengerikan! Hanya dari posternya saja sudah mampu membuat gue ciut nyali!

Tapi itu barulah awal…karena setelah menontonnya, filmnya sendiri jauh lebih mengerikan!
Horrible movie ever made!

…………………………

Film di buka dengan shoot perlahan kawasan pegunungan yang berselimut kabut dengan pergerakan kamera yang saking lihainya mungkin dilakukan sambil onani. Berbarengan dengan itu, bermunculanlah nama-nama para pemain yang mengisi film ini. Dan yah ini keren banget! Karena di abad 21 ini, gue baru ngeliat lagi teknik memunculkan kredit seperti ini , ( sebelumnya teknik ini hanya akan kalian dapati jika menonton film barat di tahun 1935-an, ketika belum tercipta software-software pengolah video ). Oldschooll men! Kembali ke akarnya.

Lalu, adegan pun berganti.
Sekelompok anak muda sedang berkemah di sebuah Villa, mengelilingi api unggun sambil menyanyikan lagu ‘Rasa Sayange’. ( check this malayshit! Haha ).
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama.

Rupanya ada arwah gentayangan yang menteror mereka. Yang cerdiknya, untuk menjaga tensi ketegangan, arwah gentayangannya sendiri nggak pernah diperlihatkan barang sedikit. Cuma pemainnya saja yang digambarkan memegang bulu kuduk, kemudian menjerit-menjerit dengan sangat natural. Its so scaaarrrrryyyyyy….
Pencahayaan disini juga keren, efek sorot lampu yang berwarna biru itu menambah mistisnya hutan. Maka gue tak heran, ketika dalam salah satu adegan lampu sorotnya tertangkap kamera!
Ouwh, jeli banget yah gue..hehe mungkin sang penata cahaya ingin memamerkan lampu sorotnya kepada sineas lain. Great..great..dan oh, kabutnya begitu menyeramkan. Dimana-mana ada kabut, bagaikan tempat itu adalah tempat mangkal ribuan tukang sate.

Adegan berganti.
Kita persingkat..ternyata cewek yang diteror arwah tadi meninggal dunia. dan ternyata oh ternyata..dia adalah sahabat karib dari Siti ( waduh gue lupa namanya nih..panggil aja Siti ).
Sejak itu Siti pun merasa shock karena kehilangan sahabat. Dan semenjak itu pula, Siti merasa diteror oleh suara-suara gaib yang menakutkan. Namun walau begitu, tunangannya yang bernama Slamet ( waduhh..lupa lagi nih namanya, panggil aja Slamet yahh ), terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Sampai sini, gue teringat film jeleknya Harrison Ford yang berjudul ‘What Lies Beneath’, namun jelas film itu tidak sekelas untuk dibandingkan dengan film fenomenal ini.
Kembali ke cerita, saking stressnya, Siti menenggak pil penenang, yang akhirnya menyebabkan dia mengalami kecelakaan dahsyat ketika mengendarai mobil. Mobilnya terbang dan terbalik kaya mobil James Bond kena rudal.
Siti pun dirawat dirumah sakit, dan pada bagian ini gue bersorak, karena sang jagoan ( Siti ) tidak mengalami luka gores sedikitpun. Tidak ada luka lebam, tergores atau minimal hansaplast lah..nggak ada itu..wajahnya tetep mulus. disinilah akting pemerannya teruji, karena hanya dengan berbaring di ranjang rumah sakit saja sudah bisa membuat gue percaya bahwa dia baru saja mengalami kecelakaan yang seharusnya, efeknya bisa membuat warga DP bersorak kegirangan. Cool!
Lalu tunangannya Slamet, menjenguk..dan kejutan lagi! Gue kira dia akan berwajah sedih ketika menjenguk Siti, tapi tidak sodara-sodara..it’s surprising..Slamet menjenguk siti dengan senyum lebar mengembang di mulut, seperti ekspresi orang yang mau ngajak ML istrinya,
Dan inilah dialognya yang legendaris..
“ kamu baik-baik saja sayang..?” tanyanya sambil tersenyum bahagia.

lalu, pada scene-scene berikutnya kalian akan dihadapkan pada sebuah twist yang sungguh rumit. Saking rumitnya, maka twist ini hanya dapat dipecahkan jika IQ kalian sekelas anak kelas 1 SD yang tak pernah naik kelas selama 5 kali.

Siapakah sebenarnya sang arwah gentayangan yang mengganggu Siti?
Apa sebenarnya masa lalu yang disembunyikan Slamet?

Nah silahkan kalian nonton film ini untuk mengetahui jawabannya.

Oyah, gue akan ceritain satu lagi adegan yang sungguh memorable buat gue.
Saat itu, sang paranormal ( yang diperankan dengan gemilang oleh Joko Susilo ) dirasuki arwah gentayangan. Matanya merah membara mengerikan..lalu dia mengambil kapak untuk menyerang Siti yang sedang berusaha menghidupkan mobil. Joko Susilo naik keatas kap mobil Siti dan mulai mengayunkan kapaknya.

Crot! Kapak meleset.
Siti : AAAAAAAAAAAAAAA!!
Crot! Meleset lagi.
Siti : AAAAAAAAAAAAAAA!!
Crot! Lagi-lagi meleset..
Siti : AAAAAAAAAAAAAA!!

3 kali ayunanan kapak, dan selalu meleset, kenapa? Padahal Siti hanya sibuk jejeritan dan tidak berusaha menghindar? Rupanya Joko Susilo hanya menyerang tempat yang sama!! Menegangkan sekali teman-teman. Sampe ngos-ngosan gue.

Lalu, pada adegan mobil nyemplung ke jurang rasanya itu adalah adegan film lain yang dengan cerdas di tempel disini, kaya copy-paste gitu. Kreatif yah temen-temen..coba deh liat.

Lalu dengan cara apakah akhirnya sang arwah gentayangan dapat dikalahkan?
Spoiler teman-teman! Kalian harus menontonnya sendiri..karena bagian ini yang paling dahsyat dan akan membuatmu seperti merasakan orgasme!!!ohh,,tidakkk!! kalian harus menontonnya sendiri!

………………………………..

Huff..baiklah..gue cape..
Yang gue ceritain diatas hanyalah secuplik adegan seru yang akan kalian dapatkan jika menonton film ini, tentu saja adegan-adegan keren lainnya masih banyak bertebaran di film ini. Semua lini juga sebenarnya patut diberi apresiasi: dialog, akting, kostum, lighting, kasting, plot, scoring, angle dll
Shit! Inilah bukti kemajuan industri perfilman di Indonesia. Tonton!
Dan inget judulnya…..ROH.

NOTE : KETIKA MEMBUAT REVIEW INI GUE BARU SAJA DI DIAGNOSA MENGALAMI GEGAR-OTAK.

RATING:
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

8 comments:

  1. hahahaha.
    kenapa ga ngereview ROH versi jadul aja sih? yg taun 80-an itu lho.
    oiya, lo udah pernah ntn the prestige ya? kok bisa ngeh gitu sih posternya sama, kan itu film jadul ?????

    ReplyDelete
  2. the prestige film jadul? ga jadul-jadul banget kali ming 2006-an lah..itu film tentang persaingan dalam dunia sulap, keren kok..dan ending nya woooww...twist and kicking my asss!!

    ReplyDelete
  3. ohhh baru ya, abis posternya jadul banget! hehehe.

    ReplyDelete
  4. ROH jadul yang main enny beatrice, henky tornando ama sally marcellina lho...hihihihihh...

    ReplyDelete
  5. oyah? waaahh..gue baru tuh bos hahaha..boleh juga nih :)

    ReplyDelete
  6. Aduuuhhh...ni film ancur banget. Ditinggal ke WC juga gak bakal nyesel dan kehilangan inti cerita yang BUSUK abis :P

    ReplyDelete
  7. PERINGATAN:
    Abis nonton neh pilem, lw smua diwajibkan untuk segera mandi besar!!!

    Najis tujuh turunan neh pilem sampah.

    ReplyDelete
  8. Ente bayar berapa-pun untuk nonton sampe abis
    ane gak pengen nonton,
    tapi review-nya keren abis, berkali-kali baca review versi ente, mau deh

    ReplyDelete